Mudik 2015

Kamis, 16 Juli 2015 pukul 04:45. Suara alarm yang berdering-dering posesif sukses membangunkanku dari tidur lelap. Kali ini tidak ku-snooze, karena kusadar sepenting apa hari ini, jadi aku harus segera bangun. Hari ini jadwalku untuk mudik ke kampung halaman di Klaten the shine of Java. Aku sarapan dengan nasi kotak yang dibeli semalem (rasanya udah agak ga karuan karena didiemin semaleman), takutnya nanti gasempat lagi sarapan di stasiun. Selesai mandi dan sembahyang, aku bergegas turun dan keluar kos. Seperti biasanya kalau pulang, aku naik bajaj pagi ini. Pukul 06:50 sudah sampai di Stasiun Gambir. Tidak terburu-buru karena keberangkatan masih pukul 08:00, jadi sempat beli minum dulu di minimarket. Continue reading “Mudik 2015”

Advertisements

Selamat Hari Raya Galungan

Tanggal 15 Juli 2015. Tanggal yang cukup berbeda dari biasanya. Selain karena merupakan hari masuk terakhir sebelum libur lebaran, juga karena tanggal tersebut jatuh di hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan, hari dimana perayaan hari suci Galungan dilaksanakan. Awalnya saya berencana untuk sembahyang di Pura malam hari saja sepulang dari kantor, jadi agak santai, toh saya mudik juga masih besoknya.

Sampai di kantor, tiba-tiba saya kepikiran untuk sembahyang Galungan siang saja, mumpung ada temennya. Saya ajak Mas Komang untuk sembahyang siang ini ke Pura Aditya Jaya Rawamangun. Pukul 11:30 kami berangkat. Sesampainya di sana tepat pukul 12:00 dan kami dapat giliran kloter ke-3. Continue reading “Selamat Hari Raya Galungan”

Ngantor 3 hari terakhir sebelum mudik

Saya termasuk yang tidak mengambil cuti pada libur lebaran tahun ini, kecuali yang memang cuti bersama. Otomatis saya masuk kerja pada Senin-Rabu tanggal 13-15 Juli mtf_bXWmo_883.jpg2015 ini. Beberapa yang mengambil cuti di depan, sudah tak terlihat di kantor sejak hari Senin, lainnya menghilang satu demi satu di hari berikutnya. Suasana di kantor terlihat mulai tidak kondusif, dimana mau koordinasi sana-sini pun mesti ngecek dulu, ybs masih di kantor atau enggak. Beberapa hal yang urgent mesti di-follow up harus berakhir dengan “yaah sudahlah”, karena orangnya entah sudah berada di belahan bumi bagian mana. Continue reading “Ngantor 3 hari terakhir sebelum mudik”