Ngantor 3 hari terakhir sebelum mudik

Saya termasuk yang tidak mengambil cuti pada libur lebaran tahun ini, kecuali yang memang cuti bersama. Otomatis saya masuk kerja pada Senin-Rabu tanggal 13-15 Juli mtf_bXWmo_883.jpg2015 ini. Beberapa yang mengambil cuti di depan, sudah tak terlihat di kantor sejak hari Senin, lainnya menghilang satu demi satu di hari berikutnya. Suasana di kantor terlihat mulai tidak kondusif, dimana mau koordinasi sana-sini pun mesti ngecek dulu, ybs masih di kantor atau enggak. Beberapa hal yang urgent mesti di-follow up harus berakhir dengan “yaah sudahlah”, karena orangnya entah sudah berada di belahan bumi bagian mana.

Saya sendiri mudik tanggal 16 Juli pagi. Kegagalan mendapatkan tiket kereta untuk pemberangkatan 15 Juli malam membuat saya harus menunda kepulangan selama 14 jam. Besok adalah hari terakhir masuk kerja sebelum lebaran. Yang sering terjadi saat masuk terakhir adalah banyak yang pulang setengah hari. Walapun saya tak punya alasan untuk setengah hari (karena toh mudik juga masih besoknya), tapi kalau lingkungan mendukung sepertinya besok saya juga tertarik untuk mengambil opsi serupa (tentative melihat pergerakan atasan, hehehe).

Hal lain yang membuat 3 hari ini terasa lebih lama dari biasanya adalah karena berbagai elemen penyedia jasa penunjang kehidupan kita (baca: warung/toko, dll) sudah mulai banyak yang tutup. Sebut saja warung bebek goreng atau nasi uduk langganan, lokasi lapaknya sudah nampak sunyi minggu ini. Atau laundry baju deket kos, yang kini sudah tak menerima orderan due to libur lebaran. Padahal mereka-mereka ini memiliki fungsi yang vital dalam kehidupan saya. Alhasil saya harus merogoh kocek lebih dalam untuk makan akhir-akhir ini, dan nampaknya beberapa baju kotor mesti dibawa mudik (biar ga terlalu banyak menumpuk di lemari).

Anyway, saya bersyukur masih bisa mudik tahun ini. Kepada yang mudik dengan moda apapun, saya doakan selamat sampai tujuan dan bisa berkumpul dengan keluarga besar. Untuk yang tahun tidak mudik karena masih bertugas, kerjakan dengan ikhlas agar menjadi ibadah. You’re so damn awesome! =)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s