Mudik 2015

Kamis, 16 Juli 2015 pukul 04:45. Suara alarm yang berdering-dering posesif sukses membangunkanku dari tidur lelap. Kali ini tidak ku-snooze, karena kusadar sepenting apa hari ini, jadi aku harus segera bangun. Hari ini jadwalku untuk mudik ke kampung halaman di Klaten the shine of Java. Aku sarapan dengan nasi kotak yang dibeli semalem (rasanya udah agak ga karuan karena didiemin semaleman), takutnya nanti gasempat lagi sarapan di stasiun. Selesai mandi dan sembahyang, aku bergegas turun dan keluar kos. Seperti biasanya kalau pulang, aku naik bajaj pagi ini. Pukul 06:50 sudah sampai di Stasiun Gambir. Tidak terburu-buru karena keberangkatan masih pukul 08:00, jadi sempat beli minum dulu di minimarket. Suasana Gambir pagi ini padat, DSC_0240sebagaimana terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Dari public announcement kudengar bahwa penumpang baru boleh masuk ke area peron satu jam sebelum keberangkatan. Baiklah, nampaknya saya harus keluar dulu dari antrian. Aku berdiri menunggu dengan tenteram dan damai di samping antrian, sampai pukul 07:15, aku melangkah masuk ke area peron.

Di peron kereta, tak nampak ada banyak bangku yang available yang bisa kududuki, sampai akhirnya ketemu satu. Beberapa saat lamanya membunuh waktu, aku jeprat-jepret kondisi lingkungan sekitar. Beberapa foto terlihat bagus, beberapa lainnya kacau. Saat yang dinanti tiba, kereta Argo Dwi Pangga yang akan membawaku telah mendarat di jalur 4. Sengaja aku masuk belakangan biar bisa mengambil gambar para penumpang. Berikut penampakannya:DSC_0242

DSC_0246

DSC_0251

Interior kereta nampak bersih, AC-nya pun nyaman. Yang jadi PR adalah bagaimana caraku makan siang nanti. Kalau sampai bagian restorasi ga jualan, alamat harus ikut puasa di sepanjang perjalanan. Kalau jualan, sepertinya lebih baik kalau makannya di ruang restorasi, biar ga banyak mata memandang waktu makan. Untunglah perkiraanku benar, terlihat mas-mas mendekat dan memperlihatkan daftar menu. Selamat lah, setidaknya aku tidak jadi kelaparan siang nanti.

Aku mengisi waktu dengan membuka laptop dan menonton film, tapi tak bertahan lama karena kantuk lebih dominan mendoktrin otakku. Pukul 11:30 aku beranjak ke restorasi untuk mengisi perut. Lumayan di sana bisa makan dan ngopi di samping jendela. Sebagaimana layaknya orang Indonesia, kalau ketemu jendela bawaannya jadi pengen merenung (baca: melamun). Sejam di restorasi, saya kembali ke tempat duduk. Dinginnya AC membawaku kembali terlelap.

Menurut jadwal, aku akan tiba di Stasiun Klaten pukul 16:08, daaaan meleset. Pukul 16:15 kereta sampai, selisih 7 menit dari jadwal. Not bad laah. Di luar stasiun, kedua orang tua tercinta sudah berdiri menunggu, dan bersama mereka, aku pulang. Pulang ke rumah.

Kepada sahabat-sahabat saya yang muslim, saya ucapkan selamat hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas liburan dan THR-nya =)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s