PJKA

Sudah 2 tahun lebih tidak menulis ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Mungkin sibuk, lupa, malas, tidak tertarik, atau memang tidak berbakat menulis. Begitulah adanya.

Untuk itu, mari kita mulai lagi. Sekedar untuk membunuh waktu sambil mendengarkan keheningan malam bulan Mei.

Semenjak menikah pada tahun 2016, maka resmi sudah aku bergabung sebagai Tim PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad). Bersama dengan ratusan pekerja lain dengan nasib serupa di kantor, setiap Jumat dan Minggu kami dengan gagah bergentayangan di terminal, stasiun, bandara, dan hub-hub transportasi lainnya. Relasi perjalananku adalah Jakarta-Surabaya. Perjalanan Jakarta-Surabaya pp paling masuk akal untuk ditempuh dengan kereta atau pesawat terbang. Favoritku saat ini adalah kombinasi pesawat dan kereta. Jumat sore aku pulang ke Surabaya menggunakan pesawat, kemudian kembali ke Jakarta Minggu malam dengan kereta. Kenapa demikian? Karena opsi tersebut adalah yang paling efisien. Mari kita kupas satu per satu.

1
Ini gambar tiket kereta. Dikumpulin 15 biji nanti bisa ditukar tiket gratis

Continue reading “PJKA”

Advertisements

Capturing the Moment of Life

Always learn something new. That’s what I read from an article couple weeks ago. I love take photos from my smartphone and admire the art of photography. Since I saw my friend (who is a traveler) often upload his photo collections in Path, then I’m like, “Hmm… Someday I will take a lot of beautiful photos too!”.

Step forward to the next milestone. Start from the moment when my friend won award by writing article. The prize is a camera, mirrorless camera. He told me that he didn’t really need it. He asked me whether I have some friend who looking for camera. Curiously, I find out more information about the stuff. Later, I think that it could be a good start for learning photography. So why don’t I buy that camera instead? Continue reading “Capturing the Moment of Life”

Never too late to learn English (again)

I was customizing the blog when this thought comes in my mind. Couple years ago, I was in 5th grade of elementary school when I had got my first English class. It should be started from one grade before, but when the program were introduced, I was already in 5th.

Since then, I had interacted English frequently, not only in regular class but also sometimes in private English course. But no matter how much I joined course, my English skill doesn’t improved significantly. You already know it by reading this post that contains so many broken grammar unidentified by me. People have to practice hard when studying English, and at that I point I found my weakness. Continue reading “Never too late to learn English (again)”

26 July 2015, a day to remember

Halo selamat pagiii… Hari Sabtu yang damai & selow, setelah dari kemarin-kemarin agak sibuk (dan males) buat nulis, hehehe… Lagi banyak kerjaan siihh…

Baiklah, yang mau diceritain kali ini adalah acara tanggal 26 Juli kemarin. Singkat cerita, aku dan pacar berencana untuk naik satu tingkat ke jenjang yang lebih serius tahun ini (baca: lamaran). Walaupun nikahnya masih nanti, tapi paling enggak udah ada progress lah. Aku mempropose rencana ini ke orang tua untuk aksi lanjut. Bapak-Ibu yang menerima info ini kemudian menghubungi simbah kakung (kakek) untuk mencarikan hari baik.

“Tapi kan semua hari itu baik mas?” Continue reading “26 July 2015, a day to remember”

Mudik 2015

Kamis, 16 Juli 2015 pukul 04:45. Suara alarm yang berdering-dering posesif sukses membangunkanku dari tidur lelap. Kali ini tidak ku-snooze, karena kusadar sepenting apa hari ini, jadi aku harus segera bangun. Hari ini jadwalku untuk mudik ke kampung halaman di Klaten the shine of Java. Akuย sarapan dengan nasi kotak yang dibeli semalem (rasanya udah agak ga karuan karena didiemin semaleman), takutnya nanti gasempat lagi sarapan di stasiun. Selesai mandi dan sembahyang, aku bergegas turun dan keluar kos. Seperti biasanya kalau pulang, aku naik bajaj pagi ini. Pukul 06:50 sudah sampai di Stasiun Gambir. Tidak terburu-buru karena keberangkatan masih pukul 08:00, jadi sempat beli minum dulu di minimarket. Continue reading “Mudik 2015”

Selamat Hari Raya Galungan

Tanggal 15 Juli 2015. Tanggal yang cukup berbeda dari biasanya. Selain karena merupakan hari masuk terakhir sebelum libur lebaran, juga karena tanggal tersebut jatuh di hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan, hari dimana perayaan hari suci Galungan dilaksanakan. Awalnya saya berencana untuk sembahyang di Pura malam hari saja sepulang dari kantor, jadi agak santai, toh saya mudik juga masih besoknya.

Sampai di kantor, tiba-tiba saya kepikiran untuk sembahyang Galungan siang saja, mumpung ada temennya. Saya ajak Mas Komang untuk sembahyang siang ini ke Pura Aditya Jaya Rawamangun. Pukul 11:30 kami berangkat. Sesampainya di sana tepat pukul 12:00 dan kami dapat giliran kloter ke-3. Continue reading “Selamat Hari Raya Galungan”