1. Blog
  2. Review
  3. Review Keychron K2 version 2, Kayboard Mekanikal Pertama Saya
Kontenreview

Review Keychron K2 version 2, Kayboard Mekanikal Pertama Saya

Y
by Yogi Prasetya
Last update 10 April, 2023·3 mnt(s) reading
Review Keychron K2 version 2, Kayboard Mekanikal Pertama Saya

Keychron K2 V2 adalah keyboard mekanik wireless yang sangat baik untuk profesional yang banyak ngetiknya.

Termasuk saya, programer. Itu alibi saya untuk membeli mekanikal pertama saya.

Latar belakang

Saya bisa dibilang orang yang “pelit” untuk diri sendiri, saya harus syukuri bahwa saya golongan orang yang beruntung bisa kerja secara well-paid.

Tapi namanya juga sandwich-generation yakan, harus banyak ngalahnya. hiks …

Artikel ini bisa dipersingkat dengan kalimat “ini gadget saya yang paling mahal, harganya diatas satu juta, hanya untuk sebuah keyboard 65%”.

Kalo mau lanjut baca ya silakan. Ini artikel review pertama di blog ini.

Desain dan Style

Keyboard ini memiliki desain yang ramping dan minimalis dengan tombol yang nyaman dan responsif.

Cuman minesnya menurut saya terlalu tebel, padahal didalam cukup hollow, nggak ngerti juga kenapa nggak dibuat lebih compact saja, supaya gak perlu arm-rest gitu.

Secara bentuk sih keren lah, cocok jadi pajangan di meja kerja. Ukuran keycaps juga rasanya pas di jari saya.

Konektivitas

Ini yang saya suka, saya orangnya wireless banget. Dulu sih milih gadget gak rewel, asal wireless, entah bluetooth ataupun dongle, saya cocok aja.

Dalam hal koneksi, Keychron K2 V2 memiliki opsi Bluetooth 5.1 dan kabel USB Type-C. Ini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan keyboard ke beberapa perangkat dan beralih di antaranya dengan mudah.

Bisa konek ke tiga device sih kalo gasalah, untuk temen2 yang kerja pake beberapa PC, cocok sih, termasuk saya kadang mesti pake 2 laptop, jadi gampang pindah nya, cukup teken shortcut saja.

Switch dan rasa ngetik

Keyboard ini dilengkapi dengan switch mekanik Gateron yang menawarkan experience mengetik yang cukup baik, saya pernah coba switch lain punya temen, tapi rebound-nya kaya kurang nyaman di jari ini.

Secara teknis saya nggak bisa bahas, tapi yang jelas lebih nyaman ketika nulis banyak kode dalam waktu yang lama.

Sebelum beli, saya sempat tanya teman kerja, dia pake juga dan merasakan hal yang sama, temen saya ini seorang 3D artist, kerjanya banyak pake shortcut.

Oiya, saya pilih switch yang red, saya lupa alasannya.

Modifikasi yang saya lakukan

Waktu awal keyboard ini datang, saya antusias sekali. Langsung praktik hal-hal yang dapat di modif.

Nggak banyak sih, kebutuhan saya hanya untuk meredam efek hollow yang saya jelaskan sebelumnya.

Jadi saya isi bagian yang kosong itu pake busa bawaan dari kardus. Selain itu juga pasang solasi kertas di mainboard-nya.

Sejauh ini suaranya jadi lebih tebal, sebelumnya cukup cempreng. Istri komplain juga sih sebelum di modif.

Referensi untuk calon pembeli

Referensi untuk calon pembeli

Kelebihan dari brand ini adalah basis penggunanya yang besar, sehingga mudah dicari ketika ada masalah.

Saya beli secara online di Tokopedia, untuk Indonesia barangnya sudah resmi masuk dan mudah ditemukan, bahkan secondhand-nya juga sudah banyak.

Untuk spek teknis yang lebih lengkap, bisa kunjungi halaman resminya disini. Semoga membantu.

Konklusi

Selama saya riset harganya sedikit lebih mahal dibandingkan keyboard mekanikal lainnya. Tapi bukan yang termahal juga, tengah-tengah lah, karena belum banyak mengerti tentang alat ketik ini jadi saya ambil aman saja.

Keychron K2 V2 adalah salah satu pilihan terbaik untuk pengguna yang mencari keyboard nirkabel dengan kualitas yang baik dan desain yang elegan.

Overall, saya merekomendasikan Keychron K2 V2 untuk koleksi keyboard mekanikal pertama.

Share this article